2019 Merajut Mimpi

Sebelum saya menulis tulisan ini. Saya baru saja menonton wawancara Pak Soesilo Toer. Beliau Adalah adik bungsu dari salah satu sastrawan ternama di jamannya Pramoedya Ananta Toer.

Mungkin di lain kesempatan saya akan membahas tentang sosok siapa sebenarnya Pak Soesilo ini dan bagaimana sosok kakaknya juga.

Kembali mengenai tulisan. Saya ingat dulu pernah mempunyai sebuah mimpi untuk menerbitkan minimal 3 buku dalam waktu 5 tahun. Mimpi tersebut saya tulis pada tahun 2015 (berdasarkan catatan yang saya baca sebelumnya). Saat tulisan ini saya tulis sudah tahun 2019. Satu pun buku belum pernah saya terbitkan. Ketika mimpi tidak terwujud banyak orang yang berkata mimpi tinggalah mimpi. Tapi tunggu dulu, masih ada 1 tahun lagi sampai tahun 2020. Saya masih optimis bisa menerbitkan buku yang saya impikan.

Sebenarnya Sudah ada 2 draft buku yang saya miliki. Hanya belum saya lanjutkan saja. Saya sadar kemampuan menulis saya mulai menurun. Terakhir yang saya ingat, tulisan terakhir saya itu kurang lebih 8 bulan yang lalu. Itu pun tulisan sekedar saja. Bukan yang benar-benar sebuah tulisan. Hanya untuk ikut lomba biar bisa ke gedung MPR. Sayangnya saya tidak terpilih.

Maka dari itu, sembari saya menyelesaikan tulisan dari draft buku saya. Melalui blog ini saya ingin melatih lagi kemampuan menulis saya.

Ke depannya, di blog ini akan berisi pemikiran-pemikiran dan pandangan-pandangan saya tentang apa yang terjadi di sekitar saya. Selain itu, saya juga menyisipkan tentang roman, komedi, cerita fiksi serta resensi buku.

Terakhir, ini adalah tulisan pertama di tahun 2019 yang saya tulis sebagai tulisan pembuka. Cukup pendek memang. Namun, saya cukup senang saya mulai bisa menulis kembali.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *