blidodi.com

Jalan Santai di Tol Bali Bersama Orang Tua dan Pak Dahlan Iskan

| | 0 komentar

Sudah sebulan kami merencanakan untuk bisa jalan-jalan ke tol Bali yang baru saja dibangun. Sebagai informasi saja, tol sepanjang 12,7 km ini merupakan tol pertama yang dibangun di atas laut se-Indonesia. Ngga kebayang saat pertama kali melihatnya. Sungguh konstruksi yang sangat luar biasa. Aku sendiri ke sana bersama kedua orang tuaku. Yang ngebet pengen ngelihat sih sebenarnya ibuku. Bapakku juga ngga kalah kagumnya melihat pemandangan teluk benoa dari atas tol ini.

tol di atas laut Bali

Jalan-jalan ini sendiri berlangsung kemarin sabtu 6 juni 2013. Pas juga dengan acara yang digagas oleh Pak Menteri BUMN Dahlan Iskan. Kami bertiga berangkat dari rumah dengan menempuh waktu 1 jam untuk sampai ke benoa gerbang tol terdekat yang bisa kami capai.

Gerbang masuk tol

Ternyata banyak juga yang ingin melihat jalan tol ini. Sampai parkir kami sendiri jauh sekali. Sehingga kami harus jalan kaki. Ada juga masyarakat lainnya menggunakan sepeda untuk menelusuri jalan tol yang proses pengerjaan tercepat yang pernah dilakukan di Indonesia bahkan mungkin di dunia. He.. He..

pelepasan

Setelah beberapa patah kata dari Pak Menteri, acara jalan santai pun dimulai. Kami menelusuri jalan tol ini untuk menuju lingkar persimpangan antara benoa, nusa dua dan air port ngurah rai. Sepanjang perjalan mataku tidak pernah berhenti memandang tengok kanan dan tengok kiri. Pemandangannya sungguh luar biasa, walau masih ada sisa-sisa proyek yang ditinggalkan. Mungkin sebelum peresmian nanti dibereskan.

Orang Tua Bli Dodi

Orang tuaku bahagia sekali. Ibuku tidak berhentinya tergaget kaget. Beliau malah sempat membayangkan gimana para pekerja mengerjakan jalan sekeren ini. Terlihat juga perahu dan kapal besar terdampar karena air lautnya masih surut. Jujur saat berjalan itu merupakan perjalanan yang terpanjang selama 6 bulan terakhir. Kaki terasa mau lepas. Untungnya sampai di rumah diurut ama ibu. Oh ya, saat kami jalan. Pak Dahlan Iskan berada tidak jauh ada di depan kami. Sebelumnya banyak orang juga mendekati beliau untuk berfoto bareng. Asli!!! beliau ternyata sangat ramah. Aku pun tidak mau kalah untuk bisa berfoto bersama Pak Dahlan Iskan. Dengan bantuan bapakku aku berjuang mengabadikan foto pak Dahlan. Setelah mencoba beberapa kali. Kami belum kunjung mendapatkannya. Akhirnya aku pun gantian yang mengambil gambarnya. Saat itu ada 1 unit mobil yang berisikan sekelompok fotografer yang juga ingin mengabadikan aktifitas pak Dahlan. Iseng, karena biasanya fotografer tidak pernah akan muncul dalam foto yang diambilnya sendiri (kecuali fotografer narsis) aku mengabadikannya.

Para Fotografer

Untuk kesekian kalinya aku pun belum bisa mengabadikan. Alih-alih mencari momen lagi, aku malah lebih memilih menikmati acara di atas puncak tertinggi jalan tol bersama ortu. Wow acaranya seru banget loh. Kami pun dapat snack gratis yang sudah disediakan oleh panitia acara. Beberapa lama kemudian, Bapak menyadari ada Pak Dahlan Iskan. Bapak pun meminta hpku untuk mencoba sekali lagi mengabadikan diriku bersama pak Dahlan. Akhirnya, Eng Ing Eng… Kami pun mendapatkannya.

Foto bersama Pak Dahlan

Satu pelajaran yang bisa aku ambil dari jalan-jalan kemarin adalah jangan pernah menyerah. Pelajaran ini aku ambil dari usaha kami mencapai puncak jalan tol dan balik lagi ke motor kami. Walau kaki sakit tapi tetap kami berjalan. Begitu pula saat mencari momen Pak Dahlan Iskan. Kalau saja aku mengikuti pikiranku untuk menyerah maka aku ngga bakal pernah dapat foto bareng. Bayangkan dari sekian ribu orang yang hadir di jalan santai tersebut. Kami bertiga sangat beruntung bisa begitu dekat dengan Pak Dahlan walau hanya sebentar. He… Terima kasih kepada orang tuaku yang telah menunjukan contoh teladan yang aku bisa aku tiru. Bapak yang tegas dan Ibu yang pantang menyerah itu adalah kombinasi yang sangat KUEREEEEN menurutku. Terima Kasih juga atas acara yang diadakan Pak Dahlan Iskan beserta Jajarannya yang terutama para pekerja pembangun jalan tol ini. Berkat kerja keras merekalah jalan pertama di Bali ini bisa terwujud.

“Masih ada jalan, Janganlah Menyerah.”

 

Leave a Reply