Berhentilah Malas, Mulailah Bekerja

Sejauh mana kontribusimu selama ini terhadap negeri ini?

Boro-boro buat negeri ini, ngurus diri sendiri aja masih belum becus. Apa-apa aja harus moody dulu baru bisa dikerjakan. Ya… moody. Suatu keadaan kalau perasaan sedang senang-senangnya baru mau dikerjakan.

Sebelum ngelantur jauh lagi dan meluapkan semua keluhan diri. Coba pikirkan, kita diberi waktu 24 jam sehari sama semua tanpa terkecuali. Tapi kenapa ada yang bisa lebih kaya, lebih bahagia atau lebih yang lainnya daripada yang kita alami?

Mungkin saja, karena terlalu sibuknya kita ngebandingin diri kita dengan orang lain malah kita lupa untuk mulai bergerak mengejar mimpi kita. Memang rumput tetangga lebih hijau. Tapi itu karena kitanya yang lupa nyiramin rumput kita sendiri.

Seandainya, kita semua bisa punya keberanian, kemauan dan kegigihan untuk menghancurkan kemalasan kita. Saya yakin dan percaya kita bisa mengubah dunia. Atau ngga usah jauh-jauh dululah…

Mulai kita bisa memantaskan diri saja dulu. Menjadi pribadi yang berpegang teguh terhadap kemandirian, menjaga nama baik diri sendiri dan perilaku. Niscaya kita bisa menjadi orang yang bisa dibanggakan.

Selanjutnya, saat itu kita bisa juga berkontribusi untuk negeri ini. Loh? Kenapa harus kontribusi?

Coba deh bayangin, kita bisa menjadi bagian penting untuk perubahan lebih baik bagi Indonesia. Hingga akhirnya kita bisa bangga mengatakan Ini baru Indonesia.

Maka dari itu, berhentilah malas mulailah bekerja.

#inibaruindonesia

One thought on “Berhentilah Malas, Mulailah Bekerja”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *